Pentingnya Membangun Budaya Literasi dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Sekolah Dasar

Ditulis oleh admin, dipublikasi pada 2 December 2021 dalam kategori Ruang Edukasi

PENTINGNYA MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DALAM MENINGKATKATKAN PRESTASI SISWA DI SEKOLAH DASAR

Oleh: Shofi Inayah (Guru kelas 2 SDUT Bumi Kartini)

Abstrak

Membaca merupakan tahapan proses belajar bagi siswa sekolah dasar, Berbagai penelitian memperlihatkan kebiasaan membaca bacaan bermutu berkontribusi terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Tak terkecuali pada anak yang berada dibangku sekolah, karena  dengan membaca, seorang anak dalam hal ini peserta didik terbantu untuk melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan menganggapnya sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Dan lebih mudahnya dia bisa memahami mata pelajaran yang dia pelajari di sekolah sehingga akan berefek pada hasil output nilai yang ia dapat, sebenarnya Ada banyak sekali manfaat membaca, di antaranya membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mampu mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup. Budaya literasi membaca bukanlah sebuah hal mudah untuk dibangun karena butuh kesadaran dan semangat untuk membawa perubahan. Literasi membaca bukanlah sekedar kegiatan membaca biasa melainkan sebuah kegiatan yang bisa membangun budaya itu sendiri. Kegiatan literasi memang merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis. Sehingga selama ini, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah menumbuhkan minat membaca dan menulis. Budaya literasi membaca menghasilkan dua manfaat yaitu membangun minat membaca dan membangun kegiatan membaca itu sendiri. Melalui membaca sama halnya dengan menggenggam seisi dunia, karena dalam bacaan bisa mengakses informasi dari seluruh dunia. Membangun budaya literasi membaca bisa dilakukan melalui banyak hal yang salah satunya dengan memanfaatkan buku –buku yang ada di kelas atau istilahnya dengan perpustakaan kelas. Buku-buku yang ada di kelas yang sudah dipilah dan dipilih oleh guru sangat memberikan konstribusi yang besar bagi pengembangan literasi membaca. Apabila dikolaborasikan dengan jam khusus membaca, selain menumbuhkan minat baca, juga dapat mengasah pemahaman akan isi buku. Sehingga bukan hanya pengetahuan yang didapat anak tapi juga berimbas kepada preastasi yang peserta didik dapatkan.

Kata Kunci: Budaya, Literasi Membaca, prestasi siswa

  1. PENDAHULUAN

Di era pendidikan sekarang ini, minat baca siswa khususnya siswa di level sekolah dasar perlu ditingkatkan(Wulanjani & Anggraeni, 2019). Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan menuntut setiap siswa memiliki kemampuan baca dan tulis yang lebih, dengan tujuan agar siswa memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk dapat bersaing dan mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan membaca memiliki andil dan merupakan salah satu penentu sukses tidaknya seseorang, hal ini disebabkan karena semua akses informasi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki selalu berkaitan dengan kegiatan membaca (Rohman, 2017). Hasil survey di permulaan tahun 2000 yang telah dilakukan oleh IEA (International Education Achievement) memperlihatkan bahwa anak – anak Indonesia memiliki kualitas membaca yang berada pada peringkat ke 29 dari 31 negara yang diteliti di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika (Rohman, 2017). Sehingga tidak heran jika indek kualitas sumber daya manusia Indonesia masih di bawah dibandingkan dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand

Dengan melihat kondisi tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan sebuah gerakan membaca dalam wadah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan. GLS yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2013 ini bertujuan agar membantu siswa dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu usaha yang dilaksanakan secara menyeluruh dan berkesinambungan serta berkelanjutan guna mewujudkan sekolah menjadi organisasi pembelajar yang memiliki warga literasi sepanjang hayat dengan melibatkan masyarakat (Sadli & Saadati, 2019). Salah satu tujuan dari gerakan literasi sekolah ini adalah meningkatkan kesadaran siswa bahwa membaca itu sangat penting serta membawa wawasan yang lebih luas (Dharma, 2013). GLS dapat menjadi sarana untuk mengenal, memahami, dan ilmu yang diperoleh siswa di sekolah. Melalui gerakan literasi siswa juga dapat mengembangkan budi pekerti dalam kehidupan sehari – hari. Program kegiatan tersebut salah satunya adalah kegiatan 15 menit membaca buku yang bukan merupakan buku pelajaran sebelum waktu belajar dimulai..

Program literasi dapat dilaksanakan dengan pemanfaatan buku bacaan yang banyak teksnya seperti buku karya sastra atau dongeng untuk anak – anak. setiap program literasi di sekolah menjadi tanggung jawab guru karena setiap mata pelajaran membutuhkan membaca dan menulis. Sehingga guru juga perlu meningkatkan kemampuan literasi agar dapat mengintegrasikan program kegiatan literasi dengan kurikulum di setiap mata pelajaran. Kapanpun melakukan kegiatan membaca dan menulis Kegiatan membaca dan menulis dapat dilakukan dalam bentuk apapun dan kapanpun dapat dilakukan oleh siswa. Buku bacaan tidak hanya berupa buku pelajaran melainkan dapat berupa buku dongeng atau jenis lain yang dapat dibaca sewaktu – waktu jika ada waktu luang.

Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi, hambatan dan usaha yang dilakukan sekolah dalam peningkatan minat membaca siswa sekolah dasar. Hasil Dan Pembahasan Peran Kegiatan Literasi di SD UT Bumi Kartini dilakukan pada siswa kelas SDUT Bumi Kartini Tahun Ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 28 siswa. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa kegiatan literasi yang dilaksanakan di SDUT Bumi kartini masih pada tahap pembiasaan yaitu kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Jenis buku yang dibaca adalah buku cerita, buku pengetahuan dan ada pula yang membaca buku pelajaran. Pada awal pelaksanaan kegiatan ini banyak siswa yang tidak terrtarik karena mereka terbiasa bermain dengan temannya dibandingkan membaca buku. Guru menugaskan setiap siswa untuk membawa satu buku cerita maupun buku lain yang relevan untuk dibaca dan dikumpulkan di sekolah dan juga buku yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah disudut baca. Sudut baca merupakan sudut yang ada di kelas dan dilengkapi dengan koleksi buku untuk menarik dan menumbuhkan minat membaca siswa. Sudut baca ini dimaksudkan agar menjadi tempat yang mampu menarik siswa sebagai tempat berkumpul dan saling bertukar buku bacaan yang dibawa oleh masing – masing siswa. Dengan demikian diharapkan minat membaca siswa dapat meningkat. Dalam pelaksanaannya, pembiasaan literasi dilaksanakan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Perpustakaan dengan kondisi yang bersih, rapid an berisi buku – buku menarik juga mampu meningkatkan minat membaca siswa. Selain kegiatan tersebut, perpustakaan juga menjadi alternatif lain dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan literasi di sekolah. Pada kegiatan pembiasaan ini guru juga melakukan variasi kegiatan literasi. Setelah membaca 15 menit, guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang sudah dibaca. Sesekali guru meminta siswa membaca dalam hati sebuah cerita, kemudian siswa diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi bacaan di depan kelas. Inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan minat membaca siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa diperoleh hasil bahwa siswa sangat senang dengan kegiatan literasi ini. Adanya kegiatan membaca yang dilaksanakan setiap hari membawa dampak positif bagi siswa. Dampak positif ini berupa peningkatan minat membaca siswa terutama buku – buku non pelajaran. Hal ini disertai dengan meningkatnya rasa percaya diri siswa yang mampu berpendapat maupun bercerita di depan kelas. Hal ini dapat dilihat dari semangat dan antusias siswa dalam membaca buku serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi. ketertarikan untuk membaca dan keinginan mencari sumber bacaan lebih baik. Dari kegiataan ini, siswa Semakin tertarik membaca buku pelajaran sehingga akan berdampak besar pada prestasi siswa. Karena Literasi mampu memberi manfaat bagi siswa misalnya menambah wawasan, memudahkan dalam membaca dan memahami materi yang sedang dipelajari. kegiatan pembiasaan membaca ini perlu dilaksanakan dengan disiplin agar mampu menumbuhkan motivasi dan minat siswa dalam membaca. Dengan metode yang menarik, siswa diajak untuk menceritakan kembali isi bacaan dan pesan apa yang terkandung di dalamnya, guru dapat memberikan stimulus berupa pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang mereka baca. Sekolah melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan pembiasaan literasi dengan menyediakan jurnal membaca.

Keterangan: Jurnal ini ditulis pada hari Senin tanggal 1 Maret 2021





Informasi Lainya



Vaksinasi Siswa-siswi SDUT Bumi Kartini Jepara 2021/2022

Ditulis oleh Zainal Faruq

Jepara – Sebagai langkah percepatan Vaksinasi Covid 19 di Jepara, Sekolah Dasar Unggulan Terpadu (SDUT) Bumi…



Peringati Hari Guru Nasional, Guru-guru SDUT menggelar Doa Bersama

Ditulis oleh Zainal Faruq

Jepara – Sehubungan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada hari Kamis 25 November 2021 lalu,…



Puluhan Siswa Sekolah Dasar Unggulan Terpadu Bumi Kartini Jepara Mengikuti ANBK

Ditulis oleh Zainal Faruq

Jepara – Senin 15 November 2021, puluhan anak SDUT Bumi Kartini Jepara mengikuti Asesmen Nasional Berbasis…

Selengkapnya